Untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad, NASA siap mengirim astronot dalam misi ke bulan. Awak Artemis II – tiga orang Amerika dan satu orang Kanada – dijadwalkan diluncurkan pada pukul 18:24. Timur pada Rabu, 1 April 2026, memulai perjalanan 10 hari mengelilingi bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini bukan tentang pendaratan; ini adalah ujian kritis terhadap pesawat ruang angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS), landasan untuk misi permukaan bulan di masa depan.
Tujuan dan Makna Misi
Program Artemis mewakili komitmen baru terhadap eksplorasi luar angkasa setelah puluhan tahun berfokus pada operasi orbit Bumi. Meskipun jejak kaki manusia terakhir di bulan terjadi pada tahun 1972, lanskap geopolitik dan kemajuan teknologi telah berubah secara dramatis sejak saat itu. AS kini bersaing dengan Tiongkok, yang memiliki program ambisius ke bulan, menjadikan misi ini sebagai pernyataan kepemimpinan berkelanjutan di luar angkasa. Penerbangan Artemis II akan menguji sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan perlindungan termal Orion di lingkungan keras di luar lapisan pelindung bumi.
Program Artemis awalnya mendapatkan momentum di bawah Presiden Trump dan dilanjutkan dengan dukungan bipartisan, yang menyoroti pentingnya strategis jangka panjang eksplorasi bulan. Misi Artemis I 2022 berhasil menguji perangkat keras tanpa awak, membuka jalan bagi langkah berikutnya. Misi masa depan, memanfaatkan pesawat ruang angkasa komersial dari SpaceX dan Blue Origin, direncanakan untuk mendaratkan astronot di bulan pada awal tahun 2028.
Temui Kru
Tim beranggotakan empat orang tersebut meliputi:
- Reid Wiseman: Komandan misi, seorang astronot veteran dengan pengalaman luas di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
- Victor Glover: Pilot dan orang Afrika-Amerika pertama yang melakukan perjalanan mengelilingi bulan, memecahkan hambatan lain dalam eksplorasi ruang angkasa.
- Christina Koch: Spesialis misi dan wanita pertama yang menjelajah luar angkasa, meneruskan kontribusi perempuan selama puluhan tahun dalam program luar angkasa.
- Jeremy Hansen: Astronot Kanada melakukan perjalanan pertamanya ke luar angkasa, mewakili kolaborasi internasional dalam ambisi bulan.
Keberagaman kru mencerminkan komitmen NASA terhadap inklusivitas, dan latar belakang individu mereka menegaskan sifat global dari upaya ini.
Detail Teknis dan Luncurkan Outlook
Roket SLS, yang tingginya 322 kaki dan beratnya 5,75 juta pon saat diisi bahan bakar, dirancang untuk mengantarkan kapsul Orion ke orbit bulan. Sesampainya di luar angkasa, kru akan berpisah dari roket dan memasuki Orion, yang volume interiornya kira-kira setara dengan dua minivan. Lintasannya akan membawa mereka lebih dari 43.000 mil di atas Bumi, menetapkan rekor jarak baru untuk penerbangan luar angkasa manusia, bahkan melebihi jarak puncak misi Apollo 13.
Peramal memperkirakan 80% kemungkinan terjadinya kondisi yang menguntungkan selama jendela peluncuran dua jam. Jika peluncuran pada tanggal 1 April dibatalkan, NASA memiliki peluang cadangan hingga tanggal 6 April, sebelum menunggu setidaknya hingga tanggal 30 April untuk upaya berikutnya.
Cara Mengikuti Misi
NASA akan menyiarkan liputan penuh di YouTube, X, situs webnya, dan platform lainnya, dimulai dengan pemuatan propelan pada Rabu pagi. Percakapan langsung dengan kru juga dijadwalkan sepanjang penerbangan, memberikan gambaran unik tentang pengalaman mereka. Misi ini dirancang agar dapat dilihat oleh publik, dan beberapa pengamat di Florida dan Georgia selatan berpotensi dapat melihat roket tersebut dari halaman belakang rumah mereka.
Artemis II lebih dari sekedar peluncuran luar angkasa; ini adalah langkah menuju kehadiran bulan yang berkelanjutan, kerja sama internasional, dan era baru eksplorasi manusia. Keberhasilan misi ini akan menentukan kecepatan dan arah program bulan di masa depan, memperkuat peran NASA dalam babak selanjutnya dalam sejarah ruang angkasa.
