Fase Bulan Malam Ini: Apa yang Diharapkan pada 17 November 2025

16
Fase Bulan Malam Ini: Apa yang Diharapkan pada 17 November 2025

Malam ini, 17 November 2025, bulan berada dalam fase Bulan Sabit Memudar, dengan hanya 7% permukaannya yang diterangi. Ini berarti jarak pandang menjadi terbatas, dan pengamatan fitur bulan memerlukan bantuan teropong atau teleskop.

Memahami Bulan Sabit yang Memudar

Bulan Sabit Pudar terjadi saat bulan bergerak menuju Bulan Baru, tempat tampak gelap dari Bumi. Fase ini mengikuti Kuartal Ketiga dan mendahului Bulan Baru dalam siklus bulan 29,5 hari. Meskipun bulan tetap konstan, jumlah sinar matahari yang dipantulkan permukaannya berubah seiring orbitnya terhadap bumi.

Yang Dapat Anda Lihat Malam Ini

Meskipun penerangannya minim, pengamat yang dilengkapi teropong atau teleskop mungkin dapat melihat Cekungan Grimaldi, sebuah wilayah dataran rendah yang gelap di sisi dekat bulan. Sudut rendah sinar matahari selama fase ini menonjolkan bayangan cekungan tersebut, sehingga menjadikannya target potensial bagi para pengamat yang jeli.

Bulan Purnama Berikutnya

Bulan Purnama berikutnya akan terjadi pada tanggal 4 Desember 2025. Fase ini menandai puncak iluminasi bulan, dimana seluruh permukaan bulan tampak terang dari Bumi.

Penjelasan Siklus Bulan

Fase bulan merupakan hasil prediksi orbitnya mengelilingi Bumi. Saat bulan mengelilingi planet kita, bagian-bagian berbeda dari permukaannya yang diterangi matahari menjadi terlihat oleh kita. Fase-fase ini berulang dalam siklus yang konsisten, masing-masing berlangsung sekitar 7,4 hari.

Delapan fase utama tersebut adalah:

  • Bulan Baru: Bulan berada di antara Bumi dan matahari, tampak gelap.
  • Bulan Sabit Lilin: Sepotong cahaya muncul di sisi kanan (Belahan Bumi Utara).
  • Kuartal Pertama: Separuh bulan menyala di sisi kanan.
  • Waxing Gibbous: Lebih dari setengahnya menyala, mendekati penuh.
  • Bulan Purnama: Seluruh permukaan bulan diterangi.
  • Memudar Gibbous: Cahaya mulai memudar di sisi kanan.
  • Kuartal Ketiga: Separuh bulan menyala di sisi kiri.
  • Bulan Sabit Pudar: Sepotong tipis tertinggal di sisi kiri sebelum menghilang lagi.

Fase-fase ini bukan sekedar estetika; mereka mempengaruhi berbagai fenomena, termasuk pasang surut air laut, perilaku hewan, dan bahkan beberapa praktik budaya. Memahami siklus bulan memberikan apresiasi yang lebih mendalam terhadap mekanisme langit yang mengatur planet kita