Astronot Tiongkok Menunggu Kapal Penyelamat Setelah Serangan Puing

5

Tiongkok sedang bersiap untuk meluncurkan pesawat ruang angkasa pengganti ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong setelah kerusakan pada kapsul kembali menyebabkan awaknya saat ini terdampar. Misi Shenzhou 22 dijadwalkan diluncurkan pada 25 November dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, dengan tujuan mengembalikan opsi kembali yang aman bagi para astronot Shenzhou 21.

Detail Insiden

Krisis ini dimulai ketika kapsul kembali Shenzhou 20 mengalami retakan akibat dampak puing-puing luar angkasa saat berlabuh di Tiangong. Hal ini membuatnya tidak dapat digunakan untuk jadwal kepulangan kru. Akibatnya, para astronot Shenzhou 20 tiba-tiba harus terbang kembali ke Bumi dengan pesawat ruang angkasa yang dimiliki kru saat ini, meninggalkan misi Shenzhou 21 tanpa kendaraan pulang yang ditunjuk.

Peluncuran yang Dipercepat

Badan antariksa Tiongkok mempertahankan kemampuan respons cepat, mampu mempercepat peluncuran pesawat ruang angkasa pengganti dalam waktu sekitar 8,5 hari. Misi Shenzhou 22, yang awalnya direncanakan pada April-Mei 2026, telah dipercepat untuk mengatasi keadaan darurat tersebut.

Kru dan Kargo

Awak Shenzhou 21 terdiri dari Komandan Zhang Lu, Zhang Hongzhang, dan Wu Fei. Peluncuran yang akan datang juga akan memberikan makanan dan perbekalan tambahan, karena awak yang lama tinggal di stasiun sebelumnya menghabiskan sumber daya stasiun.

Tantangan Orbital

Meluncurkan pesawat luar angkasa untuk bertemu dengan stasiun luar angkasa memerlukan waktu yang tepat agar selaras dengan posisi orbit stasiun tersebut. Penundaan sejak kerusakan ditemukan—hampir tiga minggu—menambah kompleksitas misi.

Insiden Paralel dengan NASA

Insiden ini mencerminkan krisis tahun 2024 yang melibatkan astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Pesawat luar angkasa Boeing Starliner yang rusak memaksa Butch Wilmore dan Suni Williams untuk tetap berada di ISS selama berbulan-bulan, menunggu penyelamatan oleh kapsul SpaceX Crew Dragon. Peristiwa paralel ini menyoroti risiko yang melekat pada perjalanan ruang angkasa dan tantangan dalam mempertahankan kemampuan kembali yang dapat diandalkan.

Kesimpulan

Peluncuran Shenzhou 22 yang dipercepat menggarisbawahi komitmen Tiongkok terhadap keselamatan awak dan kemampuannya untuk merespons dengan cepat keadaan darurat di luar angkasa. Insiden ini mengingatkan kita akan sifat puing-puing orbit yang tidak dapat diprediksi dan pentingnya redundansi dalam sistem pesawat ruang angkasa

попередня статтяRNA Kuno Mengungkap Rahasia Mammoth Berbulu yang Punah
наступна статтяFase Bulan Malam Ini: Apa yang Diharapkan pada 17 November 2025