Neanderthal Kemungkinan Berciuman, Menyarankan Penelitian Baru

6

Para ilmuwan sekarang mengusulkan bahwa Neanderthal terlibat dalam ciuman, dan bahkan mungkin telah melakukan kontak bibir-ke-bibir dengan manusia purba. Penelitian yang diterbitkan dalam Evolution and Human Behavior ini mendefinisikan kembali ciuman di luar perilaku manusia, dan mengidentifikasinya sebagai interaksi ramah dan mulut ke mulut antara anggota spesies yang sama, tidak termasuk transfer makanan. Definisi luas ini, didukung oleh pengamatan perilaku ciuman pada primata seperti bonobo, simpanse, dan orangutan, menunjukkan bahwa praktik tersebut berevolusi antara 21,5 dan 16,9 juta tahun yang lalu pada nenek moyang kera besar.

Para peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Matilda Brindle dari Universitas Oxford, menunjuk pada kesamaan mikroba mulut antara manusia dan Neanderthal sebagai bukti pertukaran air liur, yang menyiratkan kontak intim. Yang lebih mendukung hal ini adalah adanya DNA Neanderthal dalam genom manusia non-Afrika, yang membenarkan adanya perkawinan silang. Studi ini menantang anggapan bahwa berciuman adalah hal yang unik bagi manusia, dengan alasan bahwa perilaku tersebut kemungkinan besar terjadi pada Neanderthal mengingat posisi mereka dalam pohon evolusi primata.

Fungsi ciuman masih diperdebatkan, namun para peneliti berpendapat bahwa hal itu mungkin memiliki tujuan reproduksi atau ikatan. Konteks seksual mungkin menggunakan ciuman untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi atau membantu memilih pasangan, sementara ciuman platonis dapat memperkuat ikatan emosional.

Dr. Jake Brooker dari Universitas Durham, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mencatat bahwa perilaku berciuman tersebar luas di kalangan kera, hal ini menunjukkan adanya akar evolusi yang lebih dalam lagi. Dia percaya bahwa menganalisis ciuman pada spesies yang lebih beragam dapat mendorong asal usulnya lebih jauh lagi.

Profesor Penny Spikins dari York University menambahkan bahwa meskipun ciuman tidak bersifat universal di semua masyarakat manusia, hal ini menggarisbawahi pentingnya ikatan emosional dalam evolusi manusia. Dia berpendapat bahwa Neanderthal, dan bahkan interaksi antara Neanderthal dan manusia purba, kemungkinan besar mencakup ciuman, yang menantang persepsi tentang masa lalu yang sepenuhnya agresif.

Penelitian ini memperluas pemahaman tentang perilaku yang sebelumnya dianggap unik oleh manusia, dan menunjukkan bahwa berciuman, seperti perilaku lainnya, mungkin merupakan sifat yang dimiliki oleh semua spesies primata.

попередня статтяCTE Terkait dengan Kerusakan dan Peradangan DNA: Pemahaman Baru tentang Trauma Otak