Pemakaman Kerajaan Zaman Besi Digali di Inggris: Bukti Keberadaan Ratu Celtic?

18

Para arkeolog telah menemukan dua timbunan besar Zaman Besi di Yorkshire Utara, Inggris, berisi lebih dari 950 artefak logam yang terbakar – termasuk bagian kereta, senjata, dan bejana hiasan. Temuan tersebut, yang dirinci dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di Antiquity, menunjukkan bahwa deposit tersebut adalah bagian dari pemakaman elit, yang mungkin dilakukan oleh pemimpin tingkat tinggi, mungkin seorang ratu, dari suku Brigantes.

Ritual Pemakaman Elit Brigantes

Timbunan tersebut pertama kali ditemukan pada tahun 2021 oleh ahli detektor logam di dekat Melsonby. Penggalian mengungkapkan dua tempat persembunyian terpisah yang sengaja dibakar, dirusak, dan dikubur. Besarnya deposit – termasuk ban roda besi, kuali, dan ujung tombak upacara – menunjukkan adanya upacara pemakaman mewah yang merupakan ciri khas para elit Zaman Besi. Meskipun tidak ada sisa-sisa manusia yang ditemukan, penghancuran dan penyimpanan benda-benda berharga secara sengaja sejalan dengan praktik penguburan prasejarah yang diketahui.

Pembakaran adalah ritual yang umum. Banyak artefak yang dipanaskan hingga suhu cukup tinggi untuk melelehkan tembaga dan perak, menunjukkan bahwa kebakaran tersebut bukan suatu kebetulan, melainkan bagian dari upacara. Kremasi mulai populer di kalangan elit Inggris sekitar abad pertama SM, periode dimana benda-benda ini berasal.

Brigantes dan Koneksi Kontinental

Brigantes adalah suku Celtic yang kuat yang menguasai situs kerajaan Stanwick di dekatnya, sebuah pemukiman berbenteng yang dikenal orang Romawi sebagai oppidum. Lokasi penemuannya terletak hanya beberapa ratus kaki dari pusat kekuasaan ini. Isi timbunan tersebut, termasuk dekorasi karang yang diimpor dari Mediterania, menunjukkan bahwa Brigantes memelihara hubungan dengan benua Eropa.

Temuan yang sangat signifikan adalah adanya tanda kurung besi berbentuk U – yang sebelumnya tidak diketahui dalam arkeologi Inggris tetapi umum di Eropa. Para peneliti telah mengidentifikasi ini sebagai bagian dari kereta roda empat, yang menunjukkan bahwa Brigantes menggunakan kendaraan ini bersama dengan kereta tradisional roda dua. Hal ini semakin menegaskan kontak suku tersebut dengan kelompok Celtic lainnya.

Kemungkinan Tautan ke Ratu Cartimandua

Meskipun identitas pasti dari orang yang dihormati oleh simpanan ini masih belum diketahui, penanggalan artefak tersebut (abad pertama SM) menunjukkan bahwa artefak tersebut sudah ada sebelum penaklukan Romawi. Para peneliti berspekulasi bahwa pemakaman tersebut mungkin dilakukan untuk nenek moyang Cartimandua, seorang ratu yang memerintah Brigantes sebagai klien penguasa Romawi setelah tahun 69 M. Brigantes mewariskan kekuasaan kerajaan melalui garis keturunan perempuan, sehingga masuk akal bahwa ratu-ratu sebelumnya juga dimakamkan dengan upacara serupa.

Perlawanan Celtic Melalui Seni?

Arkeolog Melanie Giles, yang menggali pemakaman kereta kontemporer di Wales, mencatat kesamaan gaya antara timbunan Melsonby dan artefak Celtic lainnya. Ia berpendapat bahwa motif Celtic berlebihan yang ditemukan pada barang-barang tersebut bisa jadi merupakan bentuk perlawanan terhadap ekspansi Romawi. Tampilan seni Celtic yang berlebihan mungkin merupakan cara untuk menegaskan identitas dan perlawanan dalam menghadapi pengaruh Romawi yang semakin meningkat.

Timbunan Melsonby mewakili salah satu penemuan Zaman Besi terbesar di Inggris. Meskipun keadaan sebenarnya seputar pemakaman tersebut mungkin masih menjadi misteri, bukti-bukti yang ada menunjukkan dengan kuat adanya upacara yang disengaja dan rumit untuk seorang pemimpin yang berkuasa, sehingga memperkuat pemahaman kita tentang praktik penguburan elit di Zaman Besi Inggris.