Fragmen komet yang sangat cepat hancur menjadi bola api hijau cemerlang di atas wilayah Great Lakes pada Minggu pagi, terekam dalam video oleh para saksi dan dikonfirmasi oleh NASA. Peristiwa tersebut, yang diamati di Michigan, Wisconsin, Indiana, dan hingga Ohio, menjadi pengingat yang jelas akan pemboman terus-menerus yang dihadapi planet kita dari puing-puing luar angkasa.
Rekening Saksi dan Laporan Pertama
Lusinan orang melaporkan melihat meteor melintas di langit sekitar pukul 5:29 ET pada tanggal 23 November. Michigan Storm Chasers, sebuah kelompok pengamat cuaca dan langit setempat, memperoleh rekaman menarik dari turunnya objek tersebut, yang kemudian dibagikan di Facebook. American Meteorological Society (AMS) menerima kiriman video dari berbagai lokasi, termasuk Coldwater dan Tecumseh, Michigan, yang menunjukkan visibilitas luas peristiwa tersebut.
NASA Mengonfirmasi Lintasan dan Kecepatan
NASA melacak jalur meteor tersebut menggunakan laporan saksi dan analisis video. Fragmen tersebut memasuki atmosfer 62 mil di atas Danau Hubbard, dengan kecepatan menakjubkan 98.500 mph (160.000 km/jam). Ia terbakar sepanjang jalur sepanjang 82 mil sebelum hancur 46 mil di atas Danau Huron. Kecepatan tinggi ini merupakan faktor kunci dalam tampilan dramatis.
Bukan Bagian dari Hujan Meteor yang Diketahui
Berbeda dengan hujan meteor Leonid yang saat ini mencapai puncaknya pada tanggal 6 hingga 30 November, peristiwa ini tampak terisolasi. Meskipun meteor Leonid dapat mencapai kecepatan hingga 160.000 mph (260.000 km/jam), pecahan ini kemungkinan besar merupakan serpihan tunggal yang terlepas dari sebuah komet. NASA mengklarifikasi bahwa itu tidak berasal dari hujan meteor aktif.
Mengapa Warna Hijau?
Warna hijau yang terlihat pada bola api tersebut disebabkan oleh adanya logam seperti nikel dalam pecahan komet yang menguap. Meteoroid yang lebih cepat, secara umum, cenderung menghasilkan warna yang lebih cerah karena meningkatnya gesekan dan ionisasi gas di atmosfer. Natrium menghasilkan bola api berwarna kuning, sedangkan magnesium menghasilkan garis biru-putih. Warna-warna ini memberikan petunjuk tentang komposisi meteoroid tersebut.
Peristiwa ini memberikan ilustrasi yang mencolok tentang betapa seringnya bumi terkena dampak puing-puing luar angkasa, meskipun sebagian besarnya terbakar tanpa membahayakan di atmosfer. Meskipun menyaksikan peristiwa semacam itu memerlukan keberuntungan atau pengamatan langit yang berdedikasi, frekuensi pertemuan ini tetap.


























