Burung Pantai Purba Mengungkap Sejarah Iklim Australia

11

Analisis baru terhadap fosil burung pantai yang ditemukan di Kawasan Warisan Dunia Gua Naracoorte di Australia Selatan memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana lahan basah lenyap seiring pemanasan iklim selama 60.000 tahun terakhir. Penemuan ini, yang diterbitkan dalam Palaeontologia Electronica, menggarisbawahi kerentanan populasi burung terhadap perubahan lingkungan – sebuah tren yang berlanjut hingga saat ini.

Bukti Fosil Lahan Basah di Masa Lalu

Para peneliti menemukan konsentrasi sisa-sisa burung pantai yang sangat tinggi di endapan Pleistosen di dalam Gua Blanche. Kelimpahan ini luar biasa karena fosil burung pantai jarang ditemukan, menjadikan situs Naracoorte sangat berharga untuk rekonstruksi lingkungan paleo. Fosil-fosil tersebut menunjukkan bahwa lahan basah dan dataran lumpur, yang merupakan tempat mencari makan bagi spesies seperti cerek, burung kicau, dan burung kicau, tersebar jauh lebih luas pada Zaman Es terakhir dibandingkan sekarang.

Studi ini menyoroti fase pengeringan sekitar 17.000 tahun yang lalu sebagai kemungkinan pendorong penurunan setidaknya sembilan spesies burung pantai yang didokumentasikan di gua-gua tersebut. Hal ini penting karena menunjukkan betapa sensitifnya ekosistem terhadap perubahan iklim moderat sekalipun.

Paradoks Dataran-Pengembara

Salah satu temuan yang paling membingungkan adalah prevalensi fosil pengembara di dataran rendah. Saat ini, burung kecil yang terancam punah ini terbatas pada populasi yang terfragmentasi di Victoria dan New South Wales, dan lebih memilih padang rumput tanpa pohon. Namun, fosil Naracoorte menunjukkan bahwa pengembara dataran pernah hidup subur di lingkungan hutan.

Lebih dari setengah dari hampir 300 tulang yang diperiksa berasal dari spesies ini, yang menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam preferensi habitat selama 14.000 tahun terakhir. Fakta bahwa Naracoorte adalah satu-satunya situs di Australia yang memiliki konsentrasi fosil pengembara dataran tinggi menunjukkan bahwa peristiwa spesifik dan terlokalisasi memicu penurunan populasi secara dramatis.

Pola Migrasi dan Hubungan Kuno

Catatan fosil juga mengungkapkan bahwa wilayah tersebut pernah menjadi tuan rumah bagi burung pantai yang bermigrasi yang terbang setiap tahun dari Belahan Bumi Utara ke musim dingin di Australia. Spesies seperti sandpiper (genus Calidris ) dan snipe Latham (Gallinago hardwickii ) terwakili dalam kumpulan Naracoorte.

Hebatnya, beberapa fosil milik burung berusia kurang dari satu tahun, menunjukkan bahwa mereka menyelesaikan migrasi jarak jauh (seperti perjalanan 2.000 km dari Selandia Baru) hanya untuk mati di dekat gua – kemungkinan besar karena dimangsa.

Implikasi Konservasi

Gua Naracoorte melestarikan catatan keanekaragaman hayati selama setengah juta tahun, menawarkan jendela unik ke lanskap Australia masa lalu. Memahami bagaimana burung pantai merespons perubahan iklim di masa lalu sangat penting untuk memprediksi bagaimana kondisi populasi di masa depan, terutama mengingat hilangnya habitat dan tekanan perubahan iklim yang sedang berlangsung. Trevor Worthy dari Flinders University, fosil-fosil ini membantu mengisi kesenjangan kritis dalam pengetahuan kita tentang sejarah unggas Australia.

Studi ini menggarisbawahi bahwa gua-gua tersebut bukan hanya merupakan keajaiban geologis namun juga merupakan sumber daya penting bagi upaya konservasi, memberikan wawasan langsung mengenai kondisi ekologi yang mendukung spesies terancam di masa lalu.

Temuan ini memperkuat bahwa perubahan iklim di masa lalu mengakibatkan hilangnya habitat dan penurunan spesies, dan populasi burung pantai saat ini juga menghadapi tekanan serupa. Gua Naracoorte terus mengungkap petunjuk berharga untuk melindungi spesies rentan ini.

попередня стаття“Otak Kecil” Otak Mengungkap Pusat Bahasa Tersembunyi