Victor Glover Menjadi Astronot Kulit Hitam Pertama yang Mengorbit Bulan

17
Victor Glover Menjadi Astronot Kulit Hitam Pertama yang Mengorbit Bulan

Victor Glover, kapten Angkatan Laut AS dan astronot NASA, akan membuat sejarah sebagai astronot kulit hitam pertama yang mengorbit Bulan selama misi Artemis II. Peristiwa penting ini bukan hanya merupakan pencapaian pribadi tetapi juga merupakan langkah maju yang signifikan dalam mendiversifikasi eksplorasi ruang angkasa.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Glover, lahir di Pomona, California, memendam impian perjalanan luar angkasa sejak kecil, terinspirasi oleh peluncuran pesawat ulang-alik NASA pada tahun 1980an. Ia memiliki latar belakang akademis yang kuat, dan memperoleh gelar di bidang teknik umum dari California Polytechnic State University pada tahun 1999. Landasan ini sangat penting untuk jalur kariernya di masa depan.

Pengalaman Militer dan Penerbangan

Setelah lulus, Glover bergabung dengan Angkatan Laut AS dan mengumpulkan lebih dari 3.500 jam terbang sebagai penerbang angkatan laut dan pilot uji. Pelayanannya mencakup misi tempur di Irak, menunjukkan keahlian operasionalnya. Ia melanjutkan pendidikannya melalui berbagai gelar lanjutan: master dalam bidang teknik uji penerbangan (2007), teknik sistem (2009), dan seni dan sains operasional militer (2010).

Pelatihan ketat ini menunjukkan kemahiran teknis yang diperlukan untuk misi berisiko tinggi. Kombinasi teknik, pengalaman operasional, dan pendidikan lanjutan merupakan ciri khas para astronot.

Karir NASA dan Pengalaman Stasiun Luar Angkasa

Glover terpilih menjadi anggota korps astronot NASA pada tahun 2013, bersama sesama anggota kru Artemis II Christina Koch. Pada tahun 2021, ia menjadi anggota kru kulit hitam pertama yang menghabiskan waktu lama—enam bulan—di Stasiun Luar Angkasa Internasional sebagai insinyur penerbangan. Pengalaman ini membuktikan kemampuan beradaptasi dan kemampuannya untuk berfungsi di lingkungan luar angkasa berdurasi lama.

Artemis II dan Implikasinya di Masa Depan

Misi Artemis II, yang dijadwalkan diluncurkan dalam beberapa tahun mendatang, akan mengirim Glover dan tiga astronot lainnya dalam penerbangan lintas bulan. Ini lebih dari sekedar prestasi teknis; ini melambangkan meningkatnya inklusivitas program luar angkasa.

“Itu adalah bagian dari menjadi manusia,” kata Glover dalam video NASA. “Kita melakukan eksplorasi untuk mengetahui di mana kita berada, mengapa kita berada, memahami pertanyaan-pertanyaan besar tentang tempat kita di alam semesta.”

Misi ini menyoroti komitmen NASA terhadap keberagaman dan pentingnya mewakili seluruh lapisan masyarakat dalam upaya eksplorasinya. Perjalanan Glover mengelilingi Bulan akan menginspirasi generasi masa depan untuk mengejar karir di bidang STEM dan eksplorasi ruang angkasa.