Owlcat Games melangkah ke wilayah yang belum dipetakan. Dikenal terutama karena RPG komputer (cRPG) yang mendalam dan kompleks, studio ini kini beralih ke genre RPG aksi dengan The Expanse: Osiris Reborn. Setelah pratinjau langsung dari beta tertutup, jelas bahwa meskipun game ini mengambil banyak inspirasi dari seri Mass Effect BioWare, game ini bermaksud untuk menghadirkan keunggulan yang jauh lebih sulit dan taktis pada formula opera luar angkasa.
Fondasi yang Dikenal dengan Mekanisme yang Lebih Dalam
Perbandingan dengan Mass Effect disengaja. Direktur Desain Game Leonid Rastorguev secara terbuka mengakui pengaruh serial legendaris tersebut, namun dia menekankan bahwa “DNA Kucing Burung Hantu” akan menentukan pengalamannya. Artinya, meskipun alur permainannya lebih cepat dan berorientasi pada aksi, sistem yang mendasarinya jauh lebih kompleks.
Ketika banyak RPG aksi memprioritaskan kemajuan yang disederhanakan, Osiris Reborn bersandar pada kedalaman:
– Pohon Keterampilan Kompleks: Pohon pertarungan dan kemampuan jauh lebih padat daripada yang ditemukan di judul BioWare.
– Rekayasa Sosial: Pohon keterampilan tidak terbatas pada pertempuran; Keterampilan “sosial” dapat membuka cabang dialog baru atau memberikan akses ke area terlarang dan menjarah.
– Kustomisasi Granular: Kustomisasi senjata dan perlengkapan menawarkan tingkat detail yang menunjukkan batasan yang jauh lebih tinggi untuk ekspresi pemain dan variasi bangunan.
Pendekatan ini berupaya menjembatani kesenjangan antara nuansa “semangat” dari sebuah game aksi dan pembentukan karakter cermat yang diharapkan dari RPG hardcore.
Fiksi Ilmiah Keras: Taruhan Tinggi dan Pertarungan Taktis
Latar game ini—berdasarkan novel dan serial TV terkenal—bukan sekadar latar belakang; itu menentukan alur permainan. Salah satu detail penting adalah bagaimana pembangunan dunia mempengaruhi identitas karakter; misalnya, memilih latar belakang “Belter” menghasilkan model karakter yang lebih tinggi dan ramping, yang mencerminkan efek fisiologis lingkungan gravitasi rendah.
Pertarungan di Osiris Reborn digambarkan sebagai “brutal dan menghukum”. Tidak seperti kebanyakan penembak yang pemainnya bisa berlari dan menembak, game ini menuntut disiplin taktis.
“Kami sangat menyarankan Anda untuk tetap bersembunyi dan bermain dari sampul,” Rastorguev memperingatkan.
Game ini menggunakan mekanisme “gerakan lambat taktis”, bukan jeda tradisional. Hal ini memungkinkan pemain memanipulasi waktu untuk mengeluarkan perintah kepada rekannya atau menargetkan ancaman tertentu, yang menjadi penting saat menghadapi musuh yang memiliki lapis baja berat. Hal ini menciptakan lingkaran berisiko tinggi di mana bangunan yang ceroboh akan mudah dihukum, dan penentuan posisi adalah pembeda antara bertahan hidup dan mati.
Menguasai Kekosongan: Visual dan Fisika Zero-G
Salah satu prestasi teknis paling mengesankan yang disorot dalam pratinjau adalah penanganan game ini dalam pertarungan tanpa gravitasi. Banyak game berbasis ruang angkasa yang kesulitan dengan gerakan “mengambang” yang terasa terputus dari kenyataan, tetapi Osiris Reborn menggunakan efek partikel dan fisika untuk membuat keadaan tanpa bobot terasa berbahaya dan mendalam.
Selama rangkaian perjalanan luar angkasa, lingkungan itu sendiri menjadi bahaya. Jarang ada perlindungan, dan hancurnya benda-benda—seperti pipa gas atau puing-puing—dapat mengubah medan perang secara drastis. Sensasi menghindari proyektil sambil melayang dalam ruang hampa memberikan tontonan sinematik yang tetap berpijak pada realitas mekanis game.
Melihat ke Depan
Dengan jendela rilis tentatif yang ditetapkan untuk Musim Semi 2027, Owlcat Games memiliki waktu yang signifikan untuk menyempurnakan keseimbangan antara aksi hingar-bingar dan sistem RPG yang mendalam. Meskipun bobot narasi keseluruhan dan dampak jangka panjang dari pilihan pemain masih harus dilihat, landasannya tidak dapat disangkal kuat.
The Expanse: Osiris Reborn tampaknya memposisikan dirinya sebagai penerus RPG fiksi ilmiah klasik yang lebih menuntut dan kaya secara mekanis, menukar kenyamanan fantasi kekuasaan dengan ketegangan alam semesta yang hidup dan tak kenal ampun.
