Tanah Suci yang Terancam: Mengapa Pengeboran di Pe’ Sla Penting bagi Hak Masyarakat Adat dan Keamanan Lingkungan

22

Pengeboran eksplorasi secara resmi telah dimulai di Pe’ Sla, sebuah situs dengan makna spiritual dan budaya yang mendalam yang terletak di He Sapa (Black Hills) di South Dakota. Meskipun situs tersebut berstatus sebagai kawasan suci yang dilindungi, Dinas Kehutanan AS telah mengizinkan eksplorasi pertambangan, sehingga memicu perselisihan hukum dan lingkungan hidup yang dapat mendefinisikan kembali perlindungan yang diberikan terhadap tanah adat di seluruh Amerika Utara.

Pelanggaran Perlindungan

Pe’ Sla bukan sekedar lokasi geografis; bagi Oceti Sakowin (Bangsa Sioux Besar), ini adalah situs yang digunakan untuk upacara selama lebih dari 2.000 tahun. Pada tahun 2016, situs tersebut diberikan status kepercayaan federal untuk memastikan pengelolaan suku secara permanen untuk penggunaan keagamaan. Selain itu, pada tahun 2024, Dinas Kehutanan menandatangani nota kesepahaman dengan negara-negara suku yang menetapkan zona penyangga perlindungan sepanjang dua mil di sekitar wilayah tersebut.

Namun, operasi saat ini telah mengabaikan upaya perlindungan berikut:
Pelanggaran Zona Penyangga: Setidaknya dua lokasi pengeboran saat ini beroperasi dalam zona penyangga sepanjang dua mil yang dijanjikan.
Jalan Pintas Peraturan: Dinas Kehutanan menggunakan “pengecualian kategoris” berdasarkan Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA). Hal ini memungkinkan proyek untuk mengabaikan pernyataan dampak lingkungan yang ketat yang biasanya diperlukan untuk pengeboran, dengan asumsi bahwa proyek tersebut tidak akan memiliki “efek signifikan” terhadap lingkungan.
Tantangan Hukum: Sebagai tanggapannya, NDN Collective, Black Hills Clean Water Alliance, dan Earthworks telah mengajukan gugatan terhadap Dinas Kehutanan, dengan alasan bahwa pengecualian ini melanggar hukum federal dan mengabaikan dampak budaya yang besar terhadap praktik keagamaan masyarakat adat.

Risiko Lingkungan dan Kesehatan

Proyek yang diusulkan oleh Pete Lien & Sons melibatkan potensi pemasangan 18 bantalan pengeboran, yang mencapai kedalaman hingga 1.000 kaki. Meskipun Dinas Kehutanan menyatakan bahwa kontaminan akan terkandung dalam lubang yang dilapisi dan kedap air, sejarah menunjukkan sebaliknya.

Situs ini berada di dalam DAS Rapid Creek, sumber air penting untuk:
– Populasi suku dan pedesaan di hilir.
– Kota Kota Cepat.
– Pangkalan Angkatan Udara Ellsworth.

Risiko kontaminasi terkait pertambangan—seperti logam berat dan air asam tambang—mencakup masalah kesehatan yang parah seperti kanker, kerusakan saraf, dan gagal ginjal. Ancaman ini tidak bersifat teoretis; Tambang Raja Emas di Colorado menjadi sebuah kisah peringatan, dimana kebocoran besar air yang terkontaminasi berdampak pada tiga negara bagian dan Bangsa Navajo hampir satu abad setelah operasinya dihentikan.

Realitas Ekonomi vs. Kerugian Jangka Panjang

Para pendukung kebijakan ini sering menganggap industri ekstraktif sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, para analis berpendapat bahwa manfaat proyek Pe’ Sla mungkin dapat diabaikan:
1. Deposito Tingkat Rendah: Deposito grafit yang dipermasalahkan dilaporkan berukuran kecil dan bermutu rendah, sehingga tidak mungkin menghasilkan keuntungan dalam skala besar.
2. Keuntungan Jangka Pendek: Proyek ini diperkirakan hanya akan berlangsung sekitar satu tahun. Setelah pengeboran selesai, pekerjaan sementara akan hilang, meninggalkan dampak ekologis dan budaya yang permanen.

Pertanyaan tentang Kedaulatan

Konflik ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai supremasi hukum dan kedaulatan masyarakat adat. Berdasarkan Pasal VI Konstitusi AS, perjanjian dianggap sebagai “hukum tertinggi negara”. 1868 Kaki. Perjanjian Laramie mengakui Black Hills sebagai tanah Lakota, namun pengeboran ini dilakukan tanpa izin dari Bangsa Sioux Besar.

Perjuangan untuk Pe’ Sla menjadi ujian lakmus mengenai apakah perlindungan federal terhadap situs suci itu bermakna atau hanya sekedar simbolis. Jika sebuah situs dengan status perwalian federal dan zona penyangga yang ditetapkan dapat dilanggar untuk eksplorasi mineral tingkat rendah, preseden ini dapat melemahkan perlindungan bagi banyak situs Masyarakat Adat lainnya di seluruh benua.

Perjuangan di Pe’ Sla lebih dari sekedar sengketa tanah setempat; ini adalah momen penting dalam menentukan apakah kebebasan beragama dan integritas lingkungan dapat hidup berdampingan dengan ekstraksi industri di lahan yang dilindungi.

Kesimpulan
Pengeboran yang sedang berlangsung di Pe’ Sla menunjukkan ketegangan yang signifikan antara kepentingan industri dan hak-hak hukum masyarakat adat. Hasil dari litigasi saat ini kemungkinan besar akan menjadi preseden abadi mengenai bagaimana pemerintah AS menyeimbangkan ekstraksi sumber daya dengan kewajiban perjanjiannya dan perlindungan lanskap suci.